Banjarbaru itu Seksi dan Romantis?

Orang-orang yang bepergian dan setelah sampai ke kota tujuan, maka ada tiga hal yang akan ia kerjakan. Pertama, mencari penginapan. Kedua, mengunjungi tempat-tempat wisata. Ketiga, menikmati jajanan atau masakan kota setempat. Dan, tidak ada jaminan bahwa semua itu bisa berjalan dengan baik. Itu terjadi karena disebabkan oleh orang-orang yang kotanya dijadikan tempat tujuan. Aku akan menceritakan pengalaman ketika beberapa kali menemani tamu jauh yang datang ke kota Banjarbaru. Selamat membaca!

Banjarbaru itu kota yang seksi dan romantis. Begitulah setiap kali aku menceritakan tentang kota Banjarbaru. Kenapa seksi dan romantis? Aku tidak mampu mendeskripsikannya. Tapi, sesuatu yang seksi tentu banyak disukai orang. Demikianlah yang kurasakan, orang-orang suka dengan Banjarbaru karena banyak alasan.

Sebagai kota, Banjarbaru cukup memiliki fasilitas umum yang bisa dinikmati semua kalangan. Entah bagi mereka yang sudah bekeluarga atau belum, Banjarbaru memiliki tempat-tempat yang menyenangkan, sekaligus menenangkan. Tapi, seksi dan romantis bukan disebabkan karena fasilitas. Banyak kota-kota besar memiliki fasilitas jauh lebih hebat dari kota Banjarbaru. Seperti Jakarta, misalnya. Tapi, bagiku, kota itu sumpek. Jadi, syarat mutlak untuk kota seksi dan romantis dalam benakku harus didukung masalah kebersihan. Selain itu, juga jaminan rasa aman bagi orang-orang yang berada di kota tersebut.

Sebutan Banjarbaru kota seksi dan romantis lesap begitu saja akibat ulah beberapa oknum penghuninya. Pertama, soal penginapan. Penginapan yang baik tidak hanya soal kebersihan tapi juga bagaimana melayani para tamu-tamunya. Soal kebersihan itu penting. Sampai-sampai, seorang tamu pernah memutuskan pindah untuk mencari penginapan ke Banjarbaru karena alasan hotel tempatnya menginap, sangat tidak menjaga kebersihan. Tapi sayang, sampai di Banjarbaru, ia mengeluhkan atas perbuatan salah seorang resepsionis. (Karena tulisan ini tidak bertujuan untuk mendeskreditkan pihak-pihak lain, maka nama-nama tidak aku tuliskan di sini).

“Itu sudah penipuan,” katanya menyebut ulah resepsionis salah satu hotel di Banjarbaru. “Resepsionis itu bilang, semua kamar sudah terisi penuh, dan jika tetap ingin menginap, saya harus mengambil kamar yang berkelas, karena hanya itu yang kosong. Ternyata, semua itu bohong. Kamar-kamar tidak penuh, bahkan banyak yang kosong. Resepsionis melakukan itu agar tamunya membayar mahal. Saya tidak keberatan tinggal di kamar berkelas, tapi apa susahnya berkata jujur. Kasihan sekali kerja resepsionis hotel itu, ia dibayar untuk berbohong. Ketika saya tanyakan tentang kamar-kamar yang ternyata kosong, resepsionis itu hanya diam saja. Kenapa saya tahu banyak kamar standar masih kosong, seorang cleaning service yang mengatakannya,” ungkap tamu itu menceritakan semuanya kepadaku.

Beberapa hari di kota Banjarbaru, saat ia ingin memesan jajanan dalam jumlah banyak. Kejadian memalukan kembali terulang. Ia hampir membayar sejumlah jajanan yang jumlahnya tidak sesuai pesanan. Barangkali penjual jajanan itu berpikir, seorang pembeli tidak akan kembali menghitung jumlah jajanan yang mereka pesan. Tapi dugaan itu salah, tamu itu meminta agar jajanan itu dihitung kembali persis di hadapannya. Ternyata benar, jumlah jajanan itu kurang.

Soal wisata, Banjarbaru memang tidak memiliki pantai, gunung atau tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Tapi jika itu ditanyakan, aku akan menyebut tempat orang-orang berjibaku mencari intan. Di tempat ini, ada dua kejadian yang seharusnya tidak terjadi. Pernah, ada seorang penambang dengan kasar mengambil air lalu menyiramkannya ke arah seorang tamu yang sedang mengambil gambar. Untung kamera tamu itu tidak rusak. Tapi, kenangan merusak tiap kali ia ingin datang kembali ke Banjarbaru dan mengunjungi penambangan itu. Bagaimana dengan yang lain? Setiap kali masuk ke arel pertambangan intan. Orang-orang akan datang untuk menjajakan batu-batu permata. Setiap pengunjung dibuatnya hampir tidak berdaya ketika pedagang-pedagang batu itu mulai memaksa. Tapi bagaimana jika batu permata itu ditawar? Jujur, mereka menawarkannya jauh lebih mahal dari harga sebenarnya. Aku pasti akan mengatakan itu pada setiap tamu yang kuajak ke sana. Jika ingin membeli batu akik ukuran kecil-sedang, harga pasaran di toko Rp.2.500. Tapi jangan beli dengan harga itu. Karena kita langsung membelinya di lokasi. Di mana tidak ada pajak pemerintah dan biaya sewa toko. Yah, proses tawar-menawar itu sudah biasa. Tapi sayang, hari itu diakhiri dengan perdebatan yang memalukan. Setelah sepakat dengan harga yang jauh lebih murah, penjual itu berusaha mengganti batu yang semula ia sodorkan dengan sejumlah batu lain yang ia simpan di kantong celananya. Aku tidak memperhatikan, tapi tamu itu, mengetahuinya.

Sampai di sini, aku tidak harus menyimpulkan kejadian-kejadian tersebut. Hanya satu hal yang ingin aku tanyakan, apakah kita sudah tidak lagi bisa hidup tanpa kejujuran? [ ]

About the Author

harie insani putra has written 49 stories on this site.

11 Comments on “Banjarbaru itu Seksi dan Romantis?”

  • ichal wrote on 25 Agustus, 2008, 11:11

    Setuju mas makanya..saya sangat antusias jika di terima sebagai PNS di Banjarbaru

  • annmolly wrote on 25 Agustus, 2008, 23:08

    bang kapan2 ulun umpat manginaplah di blog baru ini. hehehehe

  • SHALEH wrote on 27 Agustus, 2008, 4:17

    Entahlah jarang ke Banjarbaru pang
    hehehe

  • awym wrote on 28 Agustus, 2008, 3:53

    banjarbaru, eksotisme yang membuai… kota yang nyaman, setelah kota tempat rumahku berdiri tentu saja…
    jabat erat

  • cumie wrote on 1 September, 2008, 15:58

    9 tahun begana di banjarbaru.. kota yang damai. bahkan orang online di lapangan murjani dari jam 8 malam ampe subuh wakakakaa… tanpa gangguan :) mo parkir dimana aja enak, kagak da tukang bacoknya. hotspot gratis nyebar dimana-mana. Lap. Murjani, Bensco billiard, Amanah computer, tempat nongkrong (samping mini market az-zahra), jl. unlam 2, trus yg laen deh ato mo ke kantor saya jg gratis.. wakakaka..

    cumies last blog post..bangun tidur ku terus ngeblog lagi

  • Diaty wrote on 4 September, 2008, 4:10

    aku malah seneng tinggal di Banjarbaru..

    Diatys last blog post..Bizarre True Facts From ANGELS AND DEMONS

  • AR wrote on 17 September, 2008, 6:03

    memang banjarbaru selalu dihati sudah 29 thn hidup di banjarbaru, skrg jauh dari bjb tetap kaganangan handak bulik

  • carbonized wrote on 26 September, 2008, 11:17

    Banjarbaru jujur kok, walaupun memang ada segelintir oknum yang memang kurang jujur.
    stuju “aku yakin banjarbaru bisa jadi kota wisata yang hebat kalau semua orangnya jujur”

  • soulharmony wrote on 27 September, 2008, 8:51

    untuk ichal : urusin koran aja chal

    untuk annmolly : beapa menginap, pindah kontrakan ja selajur Gratis kada dikenakan biaya bulanan, PDAM, PLN, tinggal guring bawa awak ja

    untuk SHALEH : kecuali KopDar ya lo boz hanyar ke Banjarbaru

    untuk awym : puitis sekali seperti merayu

    untuk cumie : 9 tahun, auk adri lahir boz ae

    untuk Diaty : mank sekarang dimana ?

    untuk AR : sejauh apa

    untuk carbonized : Nah urang Tanah Bumbu umpat2an jua

    soulharmonys last blog post..Stop GLOBAL WARMING

  • Zian wrote on 4 Nopember, 2008, 12:42

    Batola jauh lebih indah daripada Banjarbaru.

Trackbacks

  1. Banjarbaru Seksi dan Romantis? « | harie insani putra online |

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2009 hariesaja | berbagi cerita. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.