Helm ‘Gasan Malingnya’ kok tidak dilepas, sayang?
- Selasa, Agustus 26, 2008, 9:52
- Fenomena
- 13 comments
Konon, alasan wajib menggunakan helm adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara.Tapi, bagaimana jika kamu melihat seseorang justru mengenakan helm saat tidak berkendara?
Hari ini sengaja aku mampir ke salah seorang penjual helm. Bukan untuk membeli, cuma tanya harganya saja. Khususnya helm yang berlabel ‘GM’. Kenapa helm berlabel ‘GM’? ceritanya begini, dari setiap orang yang percaya diri (PD) mengenakan helm meski tidak saat berkendara, rata-rata helm ‘GM’lah yang mereka gunakan. Alasan mereka, helm jenis itu harganya mahal. Jadi perlu dijaga dengan hati-hati. Maksudnya, khawatir kalau kebiasaan meletakkan helm di sepeda motor akan dimanfaatkan para ‘mafia’ helm.
Setelah membuat repot penjual helm, dan pergi tanpa berniat membeli, akhirnya aku mengantongi daftar harga setiap helm yang dijualnya. Ternyata, helm standar ‘GM’ ukuran besar cukup mahal. Antara Rp.145.000 s/d 175.000. Tentu harga tersebut sangat bervariasi di masing-masing tempat.
Meski terbukti, bahwa helm ‘GM’ itu mahal. Apakah benar ada ‘mafia’ helm di luar sana?
Benar atau tidak, yang jelas aku sering mendengar orang-orang mengeluh karena kehilangan helm. Kemungkinan untuk hilang, tempatnya bisa di mana saja. Entah di areal parkir kampus, pasar, bahkan mungkin sekali di halaman rumah sendiri. Jika benar ‘mafia’ helm itu ada, maka cukup beralasan, helm ‘GM’ - harganya mahal - maka menjadi lahan bisnis (black market).
Karena saat ini banyak orang mulai waspada dengan helm ‘GM’nya, bahkan dengan cara (bagiku) cukup eksentrik, mengenakannya meski di dalam ruangan, membawaku pada ingatan beberapa bulan yang lalu. Saat itu, ada seorang teman datang ke rumah. Ia bilang sedang membutuhkan uang, lantas ingin menjual helm ‘GM’ yang dibawanya. “Murah kok,” kata temanku itu. “Cuma lima puluh ribu,” lanjutnya kemudian. Tapi aku nyeletuk, “Kok, mahal?” lantas ia bilang. “Ini helm ‘GM’.”
Jujur, aku tidak pernah membeli helm. Toh, jika punya, itu hadiah ketika membeli sepeda motor. Jadi, aku buta soal harga helm. Aku berpikir, apa hebatnya helm ‘GM’. Ternyata, harganya mahal. Aku putuskan tidak membelinya, karena sudah punya. Tapi, temanku itu meminta tolong, agar mencarikan pembeli. Entah apa yang terjadi kemudian, setelah mempertemukannya dengan temanku yang lain, aku kembali ke rumah. Tapi tidak lama kemudian, ia datang lagi. Dari raut wajahnya, aku menebak, helm itu terjual. Sambil pamit pulang, ia berpesan, “Kalau bisa mencarikan pembeli helm ‘GM’ aku akan mendapat jatah Rp.10.000/bijinya. Sontak, aku terkejut. Katanya, masih banyak helm ‘GM’ di rumah. Apakah ia ‘mafia’ helm yang aku maksudkan? Entahlah. Aku tidak bersedia menerima tawarannya itu.
Sekali lagi, benar atau tidak ‘mafia’ helm itu ada, nyataannya, sudah banyak orang kehilangan helm. Salah satu tips yang sering digunakan banyak orang adalah, tetap mengenakan helm meski tidak lagi berkendara, kecuali di rumah sendiri. Apa pun anggapanmu ketika melihat mereka, itu hakmu untuk berpendapat! Mau guling-guling, jingkrak-jingkrak, atau senyum-senyum. Terserah!
catatan:
Sampai sekarang, aku belum jelas apa kepanjangan dari ‘GM’. Tapi, kata seorang kawan, karena helm itu sering menjadi incaran ‘mafia’ helm, maka kepanjangannya adalah (bahasa banjar) ‘Gasan Maling’.
About the Author
13 Comments on “Helm ‘Gasan Malingnya’ kok tidak dilepas, sayang?”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Makanya klo takut hilang jangan beli yang mahal. pakai aja berian dari dealer
tulisan GM mirip/bisa terbaca GIVI, merk yg produksi box, helm, sartang, jas hujan, dll asesoris berkendara
bisa jadi itu yg bikin tambah laku
@edy
versi terdahulunya malah M-nya terlihat lebih ke V. Jadi klo dari jauh dibaca GIVI.
kalau cuma GM yg kerap raib, maka itu cuma karena mafianya cuma kenal GM. Belilah yg lebih mahal dari pada GM, siapa tau lebih aman, karena belum dikenal.
Helem saya yang hilang malah yang bukan GM… Hilangnya di kantor pulisi lagi…
Gasan Maling itu kalau sudah dile[as dari kepala. Kalau masih berada di kepala GM itu adalah “gair maandak”
Makanya, biar helem butut yang penting kendaraan Tiger
Eh, itu komentar diatas rasanya sudah pernah dikomentarkan sebelumnya.
Mafia? Apa sich di Indonesia ini yang ga ada mafianya? tapi ngomong ngomong kalau kualitas bagus dan dan harga miring, boleh nitip satu yang warna Black ga?
GM..”Germo” ..?
Tes comment luv…
Helm GM..bikin pusing dan selalu membuat perasaan tidak enak dan gelisah..makanya aku sampai sekarang tidak beli helm GM.
btw
yang difoto tuch siapa ka??
deethaiedzas last blog post..Angin Bawakan Kabar Gembira
GM = Gair Meandak
cumies last blog post..Pesta Kembang Api Tanglong Banjarbaru
bener tuh gair maandak..liat aja kalo jalan ke DM (duta mall) laris banget tempat penitipan helm nya..
hymunks last blog post..Hy Munk di Dayax D’Porte
GM tu bukan General Motor ya? Ga tau ah… hee…
Kayaknya fenomena helm GM di daerah Kal Sel aja deh. Soalnya di daerah Jawa (contohnya Bandung, Surabaya, Jakarta, Malang) ga ada yang make helm GM, kalopun ada juga sedikit banget. Bahkan masih ada yang ga pake helm standar, masih helm krupuk se krupuk2nya
Fairuz Azzahras last blog post..End of the Trip (Agrowisata Part III)