Pisang Seribu Alias Pisang Tongkat Bumi
- Rabu, Agustus 27, 2008, 6:52
- unik
- 3 comments
“Berdasarkan fisiknya,” ujar Ibu Haniah. Pemilik pisang ini menjelaskan kenapa disebut pisang seribu. Meski tidak pernah menghitung apakah jumlahnya persis seribu biji, tapi begitulah orang-orang memberikan sebutan terhadap pisang ini. Karena pisang ini cenderung tumbuh memanjang hingga ke tanah, orang-orang lantas menyebutnya juga dengan pisang tongkat bumi.
“Pisang ini baru akan berhenti memanjang apabila sudah menyentuh ke bagian tanah,” ungkap Haniah memastikan jika belum menyentuh tanah, maka pisang itu akan terus memanjang. Saat gambar ini di ambil, panjang tundun pisang mencapai 1.73 meter.
Lantas, apakah pisang ini bisa dimakan seperti pisang kebanyakan?
Haniah, warga Jl. Veteran RT.38 Sei. Sipai Martapura, Kab. Banjar Kalimantan Selatan ini memberitahukan bahwa, selain bisa dimakan, banyak orang mempercayai bagian-bagian pisang ini juga digunakan sebagai pengobatan alternatif. Salah satunya, bagi penderita kanker.
“Banyak orang datang kemari meminta bibit pisang seribu. Alasannya macam-macam, ada yang tertarik karena pisangnya, bahkan ingin digunakan untuk pengobatan,” ujar Haniah. Bagian apa saja yang bisa digunakan sebagai obat?
Dengan yakin Haniah menyebutkan bahwa bongkol pisang tersebut diyakini mampu menyembuhkan penderita kanker. Biasanya, bongkol pisang itu diparut dan hasil perasan airnya diminum. Terlepas benar atau tidaknya bongkol pisang seribu atau tongkat bumi ini mampu menyembuhkan penyakit, yang jelas, banyak orang sudah mencobanya. Haniah sendiri mengaku, bibit pisang ini awalnya diperoleh ketika berkunjung ke salah seorang ‘guru’ (sebutan kepada orang yang diyakini memiliki kemampuan supranatural).
“Saat itu saya meminta bantuan dan beliau memberikan bibit pisang ini untuk ditanam,” kata Haniah tidak ingin menyebutkan bantuan jenis apa yang dimintanya kepada ‘guru’ yang tinggal di daerah Loksado sana.
Setelah masak, pisang ini tidak saja manis, tapi warna dalamnya seperti pisang raja. Kuning agak kemerah-merahan. Tapi, pisang seribu ini tidak sebesar pisang raja. Hanya sebesar jempol tangan manusia dewasa atau seperti pisang mauli. Menurut cerita Haniah, pohon pisang seribu yang tumbuh di samping rumahnya itu hanya berbuah setahun sekali. Itu pun jika beruntung. Kadang, dalam setahun, pisang itu tidak berbuah sama sekali. Tapi tahun ini, tiga pohon pisang seribu dari empat pohon yang dimiliknya berbuah semua. Karena keunikan sekaligus khasiat pisang tersebut, Haniah mencemaskan rencana pelebaran jalan di wilayahnya.
“Jika melihat patoknya, maka pisang ini akan terkena pelebaran jalan,” ungkap Haniah. Agar pisang seribu tersebut tetap tumbuh, sejak beberapa bulan lalu, Haniah juga telah memindahkan bibit pisang ke belakang rumahnya. Haniah berharap, bibit pisang itu bisa kembali tumbuh. Karena, dari sekian banyak orang yang pernah meminta bibit darinya, setelah ditanam, pisang itu justru mati. Itulah kenapa Haniah khawatir bakal kehilangan pisang seribu yang tidak semua orang memilikinya. []
About the Author
3 Comments on “Pisang Seribu Alias Pisang Tongkat Bumi”
Trackbacks
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!


wah, mantap pisangnya itu
terlepas dari persoalan supranaturalnya, harusnya pihak pertanian/perkebunan mengkaji ini..
apalagi pisang itu bisa dikonsumsi
*membayangkan pisang goreng*
amun di jawa ada pisang peli munyuk, eeee kok di Klimantan ada pisang tongkat bumi. Allah itu maha dari segaala maha ya. amiiin
kawakah umpat makan