Kamu ingin mendapatkan komen banyak? Baca dulu!

Ngomong soal komen, saya tidak jago ‘maksa’ pengunjung untuk berkomen. Tapi jika kamu menganggapnya sangat penting, saya memiliki beberapa dugaan kenapa sebuah blog mendapatkan komen banyak. Juga kenapa komen di blog kita sedikit. Tapi ini hanya menggunakan ilmu dugaan saja lo. Semoga bermanfaat.

Pertama, dari sudut pandang si empunya blog. sebagai contoh, saya sendiri. Entah kenapa, timbul rasa ketidaknyamanan tiap kali saya mendapat komen. Seperti ada kewajiban yang tidak tertulis untuk membalas komen orang tersebut. Anggaplah, semacam balas budi. Padahal, saya termasuk orang yang jarang komen (silent reader). Tapi, kalau meloncat dari satu blog ke blog lain, sering saya lakukan. Tapi itu tadi. Jarang komen. Lalu saya berpikir, seandainya tiap kali singgah di blog orang lain dan meninggalkan jejak saya di sana lewat komen, maka saya yakin, apa yang saya rasakan juga sama. Si empunya blog akan merasa berhutang komen kepada saya. seperti yang dibayangkan, ia pun datang untuk berbalas komen. 100 komen yang saya sebar, minimal akan ada 50 komen yang datang. Kecenderungan berbalas komen semacam ini, meski manjur, tetap ada dampak negatifnya. Yakni, kamu tidak lagi mengunjungi blog yang tidak membalas komenmu. Kedua, paling mengerikan adalah kamu memberikan vonis bahwa si anu, si itu, sombong. Jika semuanya bersikap seperti ini, betapa repotnya aktifitas ngeblog itu. Bayangkan, seandainya saya mendapat komen 1000 biji. Berarti saya harus berbalas komen 1000 biji pula. Artinya, 1000 blog harus saya kunjungi, membaca salah satu postingan, lalu menuliskan komen atas postingan tersebut. Ini sungguh berat. Tapi jika tidak dilakukan, seperti yang tadi sudah saya tulis. Apakah ini harus?

Kedua, dari sudut tulisan (posting). Selain untuk mendapatkan komen banyak, cara ini juga mampu mendatangkan pengunjung. Buatlah posting yang dibutuhkan banyak orang. Entah itu info tentang gosip atau hal-hal lainnya. Misal, memberikan informasi tentang lomba. Cara ini sangat manjur. Saya sering melakukannya di hariesaja.wordpress.com. Selain info lomba, saya juga pernah posting tentang Adya Mecca merokok. Busyet, komennya banyak sekali. Gara-gara postingan tersebut, blog saya juga dibanjiri pengunjung. Selain tentang Adya Mecca, saya juga posting tentang Karang Asem Property. Itu loh, pihak yang ingin menjual salah satu pulau di Indonesia ( Pulau Panjang dan Meriam Besar) . Dalam hitungan jam, blog saya banyak pengunjung dan menuai komen yang banyak. Tapi, cara ini rentan disalahgunakan. Istilahnya, nembak keyword. Setelah blognya dikunjungi, ternyata sedikitpun tidak ada relevansinya dengan isi posting. Menyebalkan. Tapi, apakah setiap posting kita harus melakukan hal tersebut. Hanya berpangku kepada berita atau info yang lagi ‘panas’.  Sebaiknya jangan. Kita akan repot sendiri. Proses kreatif kita untuk posting akan terhambat gara-gara mengejar komen dan pengunjung. Lebih baik, menulis saja sambil melirik berita-berita ‘panas’ yang bisa kamu kritisi (bukan sekadar nembak keyword).

Tidak komen = kagum

Ini pengalaman pribadi. Saya sering kagum dengan informasi di blog seseorang. Apalagi, informasi tersebut memang saya butuhkan. Biasanya, saya akan copy paste lalu membacanya secara offline (ngirit). Saat itulah saya lupa memberikan komen. Saking kagum dengan postingan tersebut. Tapi yang jelas, informasi tersebut memberikan makna bagi saya. Semoga, tulisan ini bisa membesarkan hati bagi sesiapa saja yang blognya sepi komentar. Itu tidak mutlak bahwa blogmu tidak menarik perhatian. Contoh kasus, seperti di atas. jangan patah semangat hanya gara-gara komen. Siapa tahu, saking kagumnya, sibuk copy-paste, akhirnya lupa komen.

Sering posting = minim komen

Sering posting, itu justru bagus. Meski ada anggapan, keseringan posting, membuat komen jadi sedikit. Logikanya, masih berasumsi kepada berbalas komen tadi, maka orang juga akan berhitung tentang komennya sendiri. “Saya kan udah komen, kemarin. Masa harus komen lagi? Padahal saya belum posting.” Artinya, jika menggunakan standar berbalas komen di atas, keseringan posting akan berdampak dengan minimnya komen di blog kita. Apakah itu jelek? Bagi saya, justru itu menghambat kreatifitas dan kebebasan terhadap rutinitas ngeblog. Apakah kita baru akan menulis setelah mendapatkan balasan komen yang banyak lebih dulu? Apakah kita baru posting setelah orang yang selalu memberikan komen itu sudah posting juga?

Itu tadi hanya sekadar pendapat saya. Nah, sekarang ijinkan saya tahu pendapatmu tentang seputar komen? Kenapa kamu suka atau tidak suka memberikan komen. Ditunggu![ ]

About the Author

harie insani putra has written 49 stories on this site.

11 Comments on “Kamu ingin mendapatkan komen banyak? Baca dulu!”

  • nia wrote on 17 September, 2008, 23:59

    sependapat deh .. sy juga jarang koment walaupun sering walking ke blog tetangga, dan untuk koment diblog sy sendiri malah sangat sedikit, dan memang itu punya alasan sendiri, he he he tks

  • ardianto wrote on 18 September, 2008, 0:27

    Saya sih blogwalking dan komen kalau sempet saja, jarang-jarang sih online lama-lama… :(
    ardiantos last blog post..Fotokopi Buku dan Moralnya

  • edy wrote on 18 September, 2008, 0:50

    saya tertarik dengan teori ketiga. soalnya bisa dipastikan hari senin-jumat saya bikin satu posting, kadang lebih. sabtu-minggu pun ada aja kalo pake fitur scheduled post. tapi saya sama sekali ga berharap bakalan ada/banyak komen. saya cuman belajar mengekspresikan pendapat lewat media blog. jadi terkadang ga smua komentar yg masuk saya balas, kecuali yg bersifat pertanyaan. jawabnya pun kadang japri ke email komentator.
    sebagai pembaca yg fakir benwit, saya sangat mengandalkan kerja pengumpul umpan (feed reeader). dan saya senang sekali dng blog yg memasang umpan penuh (full feed), contohnya blog ini :)

  • pajrin wrote on 18 September, 2008, 1:21

    Kadangkala saling memberi komen memberi perasaan dekat (mempererat persaudaraan)..

    “tapi masalahnya saya juga malas komen!, apa gara2 setiap komen harus memasukkan nama, email dan blog ya?wkakkwakwkakkwa”

  • annmolly wrote on 18 September, 2008, 1:34

    Jarang posting ato balas komentar klo bukan pertanyaan. Alasan lain, benwit ampir jebol.

  • warmorning wrote on 18 September, 2008, 6:54

    komen adalah bagian dari silaturrahmi,
    so kalo mau komen ya komen aje,
    no matter what comment is..
    selaen itu, bagi saya ngomen itu : hobi ehehe

  • Teddy wrote on 18 September, 2008, 10:59

    Saya jarang ngomen, soalnya tiap kali ngomen cuman nyampah + OOT gak penting, takut yang punya blog marah (kecuali udah kenal sama yang punya, ya kayak di blog anda ini kqkqkq..) :D

  • awym wrote on 18 September, 2008, 12:13

    hohoho, ga pengen koment, cuman kalau ada waktu kunjungi rumah kontrakan saya yang baru: awym.co.cc

  • Qori wrote on 24 September, 2008, 7:35

    ulun kenapa yu posting komen di blog ini 2 kali dianggap spam,aneh mangay nah?

  • Fairuz Azzahra wrote on 6 Nopember, 2008, 15:02

    Tergantung mood, lagi pengen komen ya komen, nggak ya nggak… :D
    Fairuz Azzahras last blog post..End of the Trip (Agrowisata Part III)

  • yoga wrote on 1 Desember, 2008, 4:11

    Ngomong2 soal koment. Tolong kasih komen di rumah saya yah
    http://bayusmart.wordpress.com

    silakan di satroni

    he he he . . .

    yogas last blog post..

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2009 hariesaja | berbagi cerita. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.