Kemping Blogger; kenangan itu tak semuanya bisa diceritakan
- Selasa, Oktober 28, 2008, 13:14
- Uncategorized
- 10 comments
Saya akan ceritakan beberapa pengalaman saat mengikuti Kemping Blogger Kayuh BaimbaiĀ di Pulau Pinus, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (25-26 Oktober 2008). Sehari sebelum berangkat, saya baru sadar ternyata belum mempersiapkan segala sesuatunya. Jangan berpikir bahwa dengan membawa uang sebanyak-banyaknya maka semua masalah bisa diselesaikan ketika sampai di lokasi. Ibarat mendaki gunung, apalah arti uang jika sudah berada di atas sana. Sama halnya dengan tempat yang dipilih untuk melaksanakan kemping perdana kali ini. Jarak antara kota Banjarbaru (star awal) menuju pelabuhan Tiwingan sejauh + 25 kilometer. Informasi itu saya lihat dari batas antar kota yang ada di sepanjang tepi jalan. Dari pelabuhan Tiwingan, kami masih harus melanjutkan perjalan lagi menggunakan transportasi kelotok (perahu bermesin) menuju lokasi pulau pinus. Sampai di sana, jangan harap ada warung, supermarket, atau tempat penginapan. Jika sudah sampai di sana, semuanya bergantung pada bekal masing-masing.
Seperti sebutannya, pulau pinus memang seperti pulau kecil yang dikelilingi oleh air danau buatan. Di sana banyak terdapat pohon pinus, barangkali itu alasan kenapa dinamai pulau pinus. Meski demikian, bukan berarti tidak ada tumbuhan lain yang ikut serta tumbuh di pulau tersebut. Kembali soal kelotok yang tugasnya mengantar sekaligus menjemput. Setelah mengantar, sopir kelotok akan kembali pulang dan menjemput pada keesokan harinya (sesuai jadwal kemping). Bayangkan, berada di sebuah pulau tanpa ada penduduk setempat yang menghuni dan tidak mungkin berenang untuk kembali ke pelabuhan maka jika persiapan kurang matang, seperti bahan makanan misalnya; bersiaplah untuk menahan lapar. Sebanyak apa pun uang yang dibawa, maka tak ada artinya. Kecuali, memutuskan untuk berteriak sekeras-kerasnya, memanggil para pemilik kelotok yang lalu lalang dan membayarnya untuk mengantarkan ke pelabuhan. Tapi, rasanya itu tidak harus terjadi. Segala resiko dan tantangan adalah bumbu kemping kali ini, termasuk bumbu masakan alakadarnya, seperti resep yang disajikan oleh orang ini. Yakni, mie rebus campur akar rumput.
Memang, banyak persiapan yang sudah direncanakan tidak semulus aspal hot mix. Beberapa di antaranya; lupa membawa gitar. Tidak sempat mencari cacing untuk umpan memancing ikan. Lupa membawa teh. Namun, itu semua dapat disiasati dengan sebaik mungkin. Apabila gitar fungsinya untuk hiburan, bukan berarti malam itu semua peserta tidak terhibur. Acara nyanyi-nyanyi diganti dengan ketawa-ketiwi. Ketiga orang ini, satu, dua, tiga, saling beradu kisah-kisah lucu yang membuat pendengarnya terpingkal-pingkal. Untuk urusan makan, untungnya dua orang ini; satu, dua sudah sedia bekal lauk pauk kemasan kaleng. Tapi acara memancing tidak gagal. Ketika umpan pelet yang dibawa tidak disukai ikan-ikan di sana, maka orang ini dengan sigap mencari anak udang sebagai umpan. Dus, akhirnya berhasil juga. Ada tujuh ikan yang berhasil kami pancing untuk bekal sarapan pagi. Soal teh, hanya satu orang ini yang patut dikasihani, karena sesuatu hal, ia tak bisa ikut minum kopi. Seandainya mungkin, agar tetap bisa minum teh, orang ini menawarkan agar mengeluarkan isi tembakau rokok dan menyeduhnya dengan air panas. Tapi, tetap saja itu bukan teh.
Saat malam tuntas, sementara bau asap dari sisa api unggun tetap menyeruak, peserta kemping blogger bersiap-siap untuk menceburkan diri ke dalam air danau yang warnanya lembut kehijauan. Kapan lagi bisa mandi seperti ini, tidak takut kehabisan air, bisa berenang sepuasnya, mandi sambil menikmati pemandangan kelotok-kelotok yang lalu lalang, udara yang bersih, matahari pagi yang ranum, suara cericit burung, mandi bersama anak-anak ikan yang bisa dilihat langsung dengan mata; tentunya semua itu tidak selalu terjadi dalam setiap harinya. Hanya dua orang ini yang memutuskan tidak menceburkan diri langsung ke dalam air danau, satu dan dua. yang jelas, mereka punya alasan sendiri.
Selanjutnya, ingatan-ingatan itu, kenangan-kenangan yang tidak mungkin ditulis semuanya, biarlah dilengkapi oleh mereka yang ikut kemping kali ini. Selamat mengikuti Kemping Blogger Komunitas Blog Kayuh Baimbai Kalimantan Selatan. Semoga kita bisa kembali bersama meski sekadar mengingat kejadian hari itu atau kembali bersama dalam kegiatan lainnya. Selamat! [ ]
catatan: dokumentasi foto belum bisa ditampilkan karena koneksi internet yang lelet. Silakan menunggu foto-foto dari kamera saya langsung!
About the Author
10 Comments on “Kemping Blogger; kenangan itu tak semuanya bisa diceritakan”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Ya, begitulah yang kami alami di pulau itu.
tapi har, kok orang ini banyak linknya ya?
carbonizeds last blog post..Ternyata Mereka . . .
whaaaaaaaaaaaaaaaaaa .. bang hariiiiii ( teriak kenceng-kenceng ) nia cuman bisa baca doang, ga bisa ikutzzz .. hiks hiks
@mas carboniez .. wakakakakakakakakaka .. iya tuh, sewa link jgn lupa yaaaa .. xixixixixixi
( kabur sebelum ditimpuk )
Mulai sekarang saya bersumpah pemuda TIDAK MAU MAKAN MASAKAN YANG DIMASAK BOWO!
Manusiasupers last blog post..Sejarah Blog
@manusiasuper : aku juga bersumpah makanan itu halal dikonsumsi dan tidak membuat orang sakit disentri (mencret)
buktinya bubuhan tukang kayuh dengan lahap menyantapnya…..sampai ludes….
kapan ya bisa kamping lagi….? dan aku akan menyiapkan resep baru fresh dari alam….tanpa bahan melamin kikikikikikikikik…..
agushws last blog post..Dia,,,,,begitu berarti,,,,,
# agushw
Resep baru? sekalian campur menyan aja bagaimana?
Jangan menakutani kawan kawan lain yang balum umpat kemping….
Soalnya blogger camp 2009 rencananya bakalan lebih ekstrim! Makan daun rebus dan daun goreng tu pang kena!@ carbone:
Loh, khan kamu yg minta?
@ Nia:
Seandainya Nia ikut, ceritanya jd laen. Si Bowo bisa merasa tersaingi soal urusan masak memasak.
@ Manusia Super:
Ok deh. Lain kali, kau aja yg masak. Gimana?
@ agus hw
Gorengan buah pinus maksudmu? (coba menebak)
@ Pakacil
Wow, kemenyan? bisa-bisa kt semua seperti kuda lumping
@ Fortynine
Bukan menakut-nakuti, tapi menceritakan betapa enaknya masakan Bowo. Daun rebus dan daun goreng? mari kita coba…
alasan sendiri, ya, saya masih sayang nyawa, wakakakakakak
tp sumpah, asik brur…
awyms last blog post..Pinus, Danau, dan Kenangan
akulah lelaki yang paling malang, karena aku tetap di book cafe saat mereka berangkat dan pulang,tetapi pikiranku selalu saja di pulau pinus. 9suediiiih buanget aku kada kawa umpat)
isuur loewengs last blog post..Banjarbaru dan Kota Pendidikan
Hai, Salam Kenal. Sekedar membagi Informasi tentang
penyewaan tenda dan alat-alat camping , pembuatan dan penjualan tenda,
Berkemah, Camping, kemping, Even, Wisata Alam, Mabim, Outbound Training, Tenda Dome, Tenda Sarnafil atau Tenda Kerucut;; silakan hubungi kami di http://www.tendaku.net
thx..