- Rabu, Desember 17, 2008, 14:53
- Fenomena
Sehari sebelum saya berangkat mengikuti kegiatan Aruh Sastra V di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan (12-14 Desember 2008), ada kabar yang membuat saya bahagia sekaligus bingung. Sebuah media cetak Kalsel yang terbit sejak 4 Agustus 2008,
Sinar Kalimantan dengan tagline 'Menajamkan Analisa dan Logika' telah memuat salah satu tulisan (lihat Sinar Kalimantan, 10/12/08) yang pernah saya publikasikan
di blog ini . Jujur saja, blog tersebut sudah lama tidak beraktifitas; tapi bukan berarti tidak bertuan.
Full story
- Rabu, Desember 10, 2008, 14:17
- Fenomena
Saat kau mulai membaca tulisan ini, maka mendekatlah...Dengan begitu kau akan merasakan getaran-getaran kecewa, marah, menjadi sebentuk cerita yang tak akan kau lupakan begitu saja. Selamat membaca. Semoga kau terhibur karenanya.
Sebuah pembuka cerita:
21.30 WITA
Berangkat dari rumah menuju warnet terdekat.
21.35 WITA
Sampai tujuan. Duduk di sofa. Mengeluarkan laptop dari dalam tas. Pencet tombol power. Memasang kabel koneksi.
Full story
- Rabu, Desember 3, 2008, 16:44
- Fenomena
Sore itu, beberapa orang terlihat sedang sibuk memindahkan kelapa-kelapa yang masih berada di pinggir jalan Kemuning untuk dibawa ke lokasi pasar Bauntung Banjarbaru. Kelapa-kelapa itu baru saja didatangkan dari kota Kapuas, Kalimantan Tengah menggunakan truk.
Sebut saja namanya Agus, ia menceritakan bahwa selama ini stok kelapa masih mengandalkan kiriman dari kota Kapuas. Dalam sekali pengiriman, rata-rata kelapa yang didatangkan sebanyak 3000 biji. Untuk kelapa sebanyak itu, ia hanya butuh tiga hari untuk menghabiskan semuanya. Bahkan, ada kalanya dalam dua hari sudah habis. Untuk satu biji kelapa, Agus menjual seharga Rp3000.
Full story
- Selasa, Desember 2, 2008, 15:19
- Fenomena
Setiap orang boleh memberikan defenisi tentang makna 'semrawut' dengan sudut pandangnya masing-masing. Lawan kata semrawut adalah rapi. Tapi, sesuatu yang rapi bagi saya belum tentu memiliki makna keindahan. Uniknya, sesuatu yang indah ternyata juga beragam, tergantung dari 'lipatan' mana melihatnya. Individual sekali bukan? Meski demikian, saya meyakini ada sudut pandang lain yang bisa menjadi kesepakatan bersama. Contohnya tentang peletakkan papan nama yang saya temui di wilayah kota Banjarbaru (lihat gambar).
Full story
- Kamis, Oktober 9, 2008, 17:24
- Fenomena
Saya bertanya-tanya; kenapa anak SD ketika pertama kali belajar matematika, pelajaran yang mereka dapatkan adalah tambah-menambah lebih dulu? Kenapa tidak kurang, bagi atau kali? Biasanya, habis tambahan, maka akan masuk ke wilayah pengurangan, selanjutnya perkalian dan pembagian.
Adakah dampak urutan tersebut bagi kebiasaan hidup anak-anak ketika dewasa kelak? Baiklah, saya akan tunjukkan contoh sederhana dari ke empat urutan tersebut secara struktural.
Full story
- Senin, September 8, 2008, 6:15
- Fenomena, unik
Posting kali ini, saya akan menunjukkan sebuah kreatifitas yang biasanya cenderung lahir dari orang-orang 'kecil'. Benarkah?
Penjual bensin ini cukup kreatif. Untuk menarik perhatian orang-orang, ia menyiapkan papan berukuran kecil, lalu meletakkannya di samping tempat bensin yang ia tata rapi. Di papan kecil itu, ada sebuah tulisan,
"Pertamini, insya Allah, Pas."
Papan itu bisa Anda lihat langsung jika melintas di jalan Rahayu, Sungai Paring. Memang, di sepanjang jalan itu, banyak penjualan bensin eceran. Tapi hanya ada satu penjual bensin eceran yang saya maksud. Jadi, jangan khawatir, pasti dengan mudah kamu bisa menemuinya.
Full story
- Sabtu, September 6, 2008, 9:18
- Fenomena
Sore, menjelang pukul 15.00 Wita, tampak orang-orang sibuk menyiapkan dagangan yang akan dijual. Mulai dari kurma, makanan khas rakyat, es buah hingga jajanan yang rasanya sangat manis. Jika tak hujan, lokasi pasar wadai yang bertempat di sekitar wilayah kolam renang idaman Banjarbaru, dalam dua jam ke depan, akan dipadati para pengunjung. Selain membeli makanan untuk berbuka puasa, pasar wadai juga menjadi tempat rekreasi bersama keluarga. Meskipun, rekreasi yang dimaksud, tidak seperti apa yang dibayangkan. Berada di pantai, duduk di atas pasir sambil menunggu matahari tenggelam. Minimal, pasar wadai bisa memberikan hiburan bagi mereka yang memang membutuhkannya. Berjalan dari ujung ke ujung, meski tak sengaja menghirup asap dari panggangan ikan, atau tak sengaja mengendus wangi parfum yang dikenakan pengunjung lainnya. Sementara itu, di atas sana, gumpalan awan mulai menampakkan warna merah keemasan. Memang, waktu semakin tidak terasa. Di dalam masjid yang tak jauh dari pasar wadai, seseorang menyalakan radio dan meletakkan mikrofon di dekatnya. Terdengarlah ayat suci Alqur'an yang berkumandang. Sesekali, suara orang yang membacakan ayat Alqur'an itu akan berhenti dan terdengar pengumuman tentang berita kehilangan, informasi zakat, dan berita penting lainnya. Semua itu, masih sama seperti tahun lalu.
Full story
- Jumat, Agustus 29, 2008, 14:46
- Fenomena
Saya yakin, saat ini banyak orang tidak lagi menggunakan jasa angkot. Alasannya cukup jelas, setiap orang sudah bisa beli alat transport masing-masing, entah dengan cara kredit atau tunai. Di Kalimantan Selatan, orang-orang tidak menyebutnya dengan angkot, tapi taksi. Tulisan ini bukan untuk menjelaskan perbedaan tersebut. Tapi fenomena di masyarakat, ketika sebagian orang tidak lagi menggunakan angkot dan bagaimana angkot tetap bisa bertahan dalam melayani masyarakat sekaligus mendatangkan rejeki bagi pemiliknya.
Full story
- Selasa, Agustus 26, 2008, 9:52
- Fenomena
Konon, alasan wajib menggunakan helm adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara.Tapi, bagaimana jika kamu melihat seseorang justru mengenakan helm saat tidak berkendara?
Hari ini sengaja aku mampir ke salah seorang penjual helm. Bukan untuk membeli, cuma tanya harganya saja. Khususnya helm yang berlabel 'GM'. Kenapa helm berlabel 'GM'? ceritanya begini, dari setiap orang yang percaya diri (PD) mengenakan helm meski tidak saat berkendara, rata-rata helm 'GM'lah yang mereka gunakan. Alasan mereka, helm jenis itu harganya mahal. Jadi perlu dijaga dengan hati-hati. Maksudnya, khawatir kalau kebiasaan meletakkan helm di sepeda motor akan dimanfaatkan para 'mafia' helm.
Setelah membuat repot penjual helm, dan pergi tanpa berniat membeli, akhirnya aku mengantongi daftar harga setiap helm yang dijualnya. Ternyata, helm standar 'GM' ukuran besar cukup mahal. Antara Rp.145.000 s/d 175.000. Tentu harga tersebut sangat bervariasi di masing-masing tempat.
Meski terbukti, bahwa helm 'GM' itu mahal. Apakah benar ada 'mafia' helm di luar sana?
Full story
- Senin, Agustus 25, 2008, 10:16
- Fenomena
Orang-orang yang bepergian dan setelah sampai ke kota tujuan, maka ada tiga hal yang akan ia kerjakan. Pertama, mencari penginapan. Kedua, mengunjungi tempat-tempat wisata. Ketiga, menikmati jajanan atau masakan kota setempat. Dan, tidak ada jaminan bahwa semua itu bisa berjalan dengan baik. Itu terjadi karena disebabkan oleh orang-orang yang kotanya dijadikan tempat tujuan. Aku akan menceritakan pengalaman ketika beberapa kali menemani tamu jauh yang datang ke kota Banjarbaru. Selamat membaca!
Banjarbaru itu kota yang seksi dan romantis. Begitulah setiap kali aku menceritakan tentang kota Banjarbaru. Kenapa seksi dan romantis? Aku tidak mampu mendeskripsikannya. Tapi, sesuatu yang seksi tentu banyak disukai orang. Demikianlah yang kurasakan, orang-orang suka dengan Banjarbaru karena banyak alasan.
Full story